1 Sriwijaya FC v Pelita Jaya 0 (Pekan 18)
PALEMBANG – Sriwijaya FC terus memantapkan posisi di papan atas klasemen sementara Indonesia Super League (ISL) 2008-2009. Menjamu Pelita Jaya Jabar di putaran kedua tadi malam di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Laskar Sriwijaya berhasil memetik kemenangan dengan skor tipis 1-0. Satu-satunya gol tuan rumah dicetak oleh striker Ngon A Djam pada menit ke-7.
Atas kemenangan tersebut, tim besutan Rahmad Darmawan ini berhasil naik dua strip dari peringkat keempat menjadi peringkat runner up dengan donasi 36 poin dari 11 kali menang, 3 kali seri, dan 2 kali kalah. Sedangkan Pelita Jaya masih belum beranjak dari papan bawah klasemen sementara di peringkat ke-11 dengan 23 poin.
“Memang sulit untuk menang lebih dari 1-0 dari Pelita Jaya. Itu karena Pelita Jaya punya organisasi pertahanan yang solid begitu juga jika mereka kehilangan bola cepat mengantisipasi dengan baik. Itulah mengapa Pelita sulit untuk dikalahkan oleh tim manapun lebih dari 1-0,” puji Rahmad Darmawan mengomentari permainan Pelita Jaya usai pertandingan kemarin. (31/1)
Pada laga tadi malam, SFC bertekad untuk meraih kemenangan. Trauma kekalahan pada dua uji coba terakhir yakni atas Persita Tangerang dan Semen Padang membuat, Keith Kayamba Gumbs dan kawan-kawan tampil penuh dengan ambisi. Terbukti pada babak pertama menit ke-7, kerja sama Anoure Obiora, Zah Rahan, dan Ngon A Jam mampu memecahkan kebuntuan SFC.
Ya, Ngon yang tampil taktis mampu menggetarkan jala gawang Pelita Jaya yang dikawal Dian Agus Prastyo lewat tandukkan kepalanya setelah menerima umpan matang dari Obiora. Keunggulan 1-0 ini membuat SFC semakin genjar melakukan serangan.
Tercatat ada dua peluang emas yakni tendangan keras Kayamba pada menit ke-18 nyaris membuahkan gol kalau saja tidak dihalau oleh Dian Agus. Begitu juga tendangan keras Ngon pada menit ke-43 masih bisa ditepis Dian. Pelita sendiri bukan tanpa serangan. Instruksi Fandi Ahmad sang pelatih yang diberikan lewat asisten pelatih Arjuan Rinaldi berjalan dengan baik. Duet Christian Lopez dan Gendut Doni di lini depan kerap menyulitkan lini pertahanan SFC.
Di babak kedua, SFC langsung menggepur pertahanan Pelita. Pada menit ke-51, Obiora mampu melewati dua kawalan bek Pelita dan langsung head to head kiper Dian Agus Prasetyo. Namun sayang tendangan Obiora melenceng dari gawang.
Terus diserang Pelita mulai merotasi permainan, Gendut Doni yang tampil di bawah form langsung digantikan oleh Gery pada menit ke-51. Begitu juga dengan Jalaluddin Main digantikan oleh Firman Utina. Terbukti Pelita mampu tampil agresif. Puncaknya Christian Lopes memiliki peluang emas. Sayang tendangan mantan pemain Persitara Jakarta Utara ini masih ditepis Ferry Rotinsulu pada menit 55.
Kondisi ini membuat Rahmad langsung mengubah strategi dengan menarik Benben Berlian digantikan oleh Wijay dan Obiora digantikan oleh Budi Sudarsono pada menit ke-72. Masuknya Budi ini langsung mendapatkan applaus dari penoton yang sejak pertandingan terus meneriaki nama Budi supaya diturunkan.
Kehadiran Budi yang baru dipinjam dari Persik ini membuat serangan SFC semakin variatif. Baru dua menit masuk, si Piton Julukan Budi Sudarsono langsung mengejutkan gawang Pelita. Sayang tendangan Budi di depan gawang mampu dihalau oleh kiper Dian Agus pada menit ke-74. Pelita Jaya juga nyaris membobol gawang tuan rumah. Pada menit ke-78, tendangan bebas Supardi hampir menembus gawang SFC, tapi dengan sigap Ferry mampu menangkap bola dengan baik.
“Satu kesahalan Sriwijaya FC adalah tidak memanfaatkan peluang dengan baik. Obiora, Benben dan Zah Rahan yang punya peluang cukup bagus gagal memanfaatkannya dengan,” lanjut Rahmad Darmawan.
Sementara itu asisten pelatih Pelita, Arjuna Rinaldi menyatakan Sriwijaya FC tampil luar biasa dengan lugas, cepat dan diatas rata-rata. Kami akui pertandingan malam ini (tadi malam red) sangat bagus begitu juga dengan kepemimpinan wasit,” ujar Arjuna Rinaldi dengan singkat. (31)
Lanjut......
PALEMBANG – Sriwijaya FC terus memantapkan posisi di papan atas klasemen sementara Indonesia Super League (ISL) 2008-2009. Menjamu Pelita Jaya Jabar di putaran kedua tadi malam di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Laskar Sriwijaya berhasil memetik kemenangan dengan skor tipis 1-0. Satu-satunya gol tuan rumah dicetak oleh striker Ngon A Djam pada menit ke-7.
Atas kemenangan tersebut, tim besutan Rahmad Darmawan ini berhasil naik dua strip dari peringkat keempat menjadi peringkat runner up dengan donasi 36 poin dari 11 kali menang, 3 kali seri, dan 2 kali kalah. Sedangkan Pelita Jaya masih belum beranjak dari papan bawah klasemen sementara di peringkat ke-11 dengan 23 poin.
“Memang sulit untuk menang lebih dari 1-0 dari Pelita Jaya. Itu karena Pelita Jaya punya organisasi pertahanan yang solid begitu juga jika mereka kehilangan bola cepat mengantisipasi dengan baik. Itulah mengapa Pelita sulit untuk dikalahkan oleh tim manapun lebih dari 1-0,” puji Rahmad Darmawan mengomentari permainan Pelita Jaya usai pertandingan kemarin. (31/1)
Pada laga tadi malam, SFC bertekad untuk meraih kemenangan. Trauma kekalahan pada dua uji coba terakhir yakni atas Persita Tangerang dan Semen Padang membuat, Keith Kayamba Gumbs dan kawan-kawan tampil penuh dengan ambisi. Terbukti pada babak pertama menit ke-7, kerja sama Anoure Obiora, Zah Rahan, dan Ngon A Jam mampu memecahkan kebuntuan SFC.
Ya, Ngon yang tampil taktis mampu menggetarkan jala gawang Pelita Jaya yang dikawal Dian Agus Prastyo lewat tandukkan kepalanya setelah menerima umpan matang dari Obiora. Keunggulan 1-0 ini membuat SFC semakin genjar melakukan serangan.
Tercatat ada dua peluang emas yakni tendangan keras Kayamba pada menit ke-18 nyaris membuahkan gol kalau saja tidak dihalau oleh Dian Agus. Begitu juga tendangan keras Ngon pada menit ke-43 masih bisa ditepis Dian. Pelita sendiri bukan tanpa serangan. Instruksi Fandi Ahmad sang pelatih yang diberikan lewat asisten pelatih Arjuan Rinaldi berjalan dengan baik. Duet Christian Lopez dan Gendut Doni di lini depan kerap menyulitkan lini pertahanan SFC.
Di babak kedua, SFC langsung menggepur pertahanan Pelita. Pada menit ke-51, Obiora mampu melewati dua kawalan bek Pelita dan langsung head to head kiper Dian Agus Prasetyo. Namun sayang tendangan Obiora melenceng dari gawang.
Terus diserang Pelita mulai merotasi permainan, Gendut Doni yang tampil di bawah form langsung digantikan oleh Gery pada menit ke-51. Begitu juga dengan Jalaluddin Main digantikan oleh Firman Utina. Terbukti Pelita mampu tampil agresif. Puncaknya Christian Lopes memiliki peluang emas. Sayang tendangan mantan pemain Persitara Jakarta Utara ini masih ditepis Ferry Rotinsulu pada menit 55.
Kondisi ini membuat Rahmad langsung mengubah strategi dengan menarik Benben Berlian digantikan oleh Wijay dan Obiora digantikan oleh Budi Sudarsono pada menit ke-72. Masuknya Budi ini langsung mendapatkan applaus dari penoton yang sejak pertandingan terus meneriaki nama Budi supaya diturunkan.
Kehadiran Budi yang baru dipinjam dari Persik ini membuat serangan SFC semakin variatif. Baru dua menit masuk, si Piton Julukan Budi Sudarsono langsung mengejutkan gawang Pelita. Sayang tendangan Budi di depan gawang mampu dihalau oleh kiper Dian Agus pada menit ke-74. Pelita Jaya juga nyaris membobol gawang tuan rumah. Pada menit ke-78, tendangan bebas Supardi hampir menembus gawang SFC, tapi dengan sigap Ferry mampu menangkap bola dengan baik.
“Satu kesahalan Sriwijaya FC adalah tidak memanfaatkan peluang dengan baik. Obiora, Benben dan Zah Rahan yang punya peluang cukup bagus gagal memanfaatkannya dengan,” lanjut Rahmad Darmawan.
Sementara itu asisten pelatih Pelita, Arjuna Rinaldi menyatakan Sriwijaya FC tampil luar biasa dengan lugas, cepat dan diatas rata-rata. Kami akui pertandingan malam ini (tadi malam red) sangat bagus begitu juga dengan kepemimpinan wasit,” ujar Arjuna Rinaldi dengan singkat. (31)
